Rabu, 22 Mei 2013

Perilaku Produsen dalam Kegiatan Ekonomi


Perilaku Produsen


Sebuah usaha produksi baru bias bekerja dengan baik bila dijalankan oleh produsen atau yang sering kita sebut sebagai Pegusaha (entrepreneur). Pengusaha adalah orang yang mencari peluang yang menguntungkan dan mengambil risiko seperlunya untuk merencanakan dan mengelola suatu bisnis.
Pengusaha berbeda dengan pemilik bisnis kecil ataupun manajer. Bila hanya memiliki sebuah usaha dan hanya berusaha mencari keuntungan, maka orang itu barulah sebatas pemilik bisnis. Bila orang itu hanya mengatur karyawan dan menggunakan sumber daya perusahaan untuk usaha, maka orang itu disebut sebagai manajer. Pengusaha lebih dari keduanya. Fengusaha berusaha mendirikan perusahaan yang menguntungkan, mencari dan mengelola sumber daya untuk memulai suatu - bisnis.
Agar berhasil, seorang pengusa harus mampu melakukan 4 hal sebgai berikut :
1. Perencanaan. Perencanaan antara lain terkait dengan penyusunan strategi, rencana, bisnis serta visi perusahaan.
2. Pengorganisasian. Semua sumber daya yang ada harus bis ia kelola untuk mencapai tujuan perusahaannya, baik sumber daya alam, modal, maupun manusia.
3. Pengarahan. Agar rencana bisa terwujud, pengusahat;, mengarahkan clan membimbing anak buahnya.
4. Pengendalian. Kemampuan ini ada hubungannya denga. bagaimana hasil pelaksanaan kerja tersebut. Sesuaikah dengaj rencana atau justru berubah sama sekali?
Perilaku konsumen terasa semakin dibutuhkan di zaman kompetisi. Keberagaman juga terjadi dengan bermunculan banyak produsen. Kini produk makin terdiferensiasi. Ada produk umum, ada produk kualitas. Produk dengan berbeda ukuran, berbeda bentuk, berbeda warna, berbeda kemasan. Bergainingkonsumen semakin tinggi. Perilaku konsumen semakin diperlukan dengan bermunculan banyak produsen.
Para produsen akan memahami perilaku konsumen para pemasar akan memahami bagaimana konsumen melakukan proses pembelian. Apa saja yang dilakukan konsumen sebelum mereka melakukan pembelian. Tahapan-tahapan apa saja yang terjadi sampai seorang konsumen mengambil keputusan untuk membeli.
Merek adalah kekayaan hakiki sebuah sebuah industri/perusahaan. Apapun dilakukan orang untuk membangun ekuitas atas merek, yang kemudian lebih dikenal sebagai ‘Brand Equity’. Orang Indonesia merupakan kelompok konsumen yang sangat aware dan fanatik dengan merk dagang tertentu (branded stuff), karena dengan memakai barang branded nilai harga diri akan naik seiring dengan prestis dari merk dagang yang mereka pakai.
Terkadang, para konsumen merelakan (atau lebih tepatnya mengabaikan) ke-originalan dan keaslian dari produk ber-merk yang mereka pakai, karena konsumen akan mencari barang yang murah harganya, dan mutunya tidak jauh berbeda dengan yang asli. Para produsen sangat tanggap dengan hal ini. Di pasar Tanah Abang, terdapat puluhan merk dagang yang dipalsukan, dengan inisial KW-1 (mutu mendekati barang asli) dan KW-2 (mutu kurang bagus).
Bagi produsen, dengan memproduksi barang palsu ini, produsen dapat menekan harga produksi dan mendapat keuntungan yang tinggi, sedangkan konsumen dapat mempertahankan gengsinya dengan harga barang yang murah.

Sumber  : http://riri-restiani.blogspot.com/2011/04/prilaku-produsen-ekonomi.html 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar