Sabtu, 20 Oktober 2012

Fenomena Jokowi



Jokowi (Joko Widodo), siapa yang tidak mengenal namanya belakangan ini? Namanya menjalar, merambat dan menggema ke pelosok penjuru negeri. Dia adalah sosok pemimpin kepala daerah yang cukup bersahaja dan dekat dengan masyarakatnya. Dia memimpin daerahnya sampai ke gang-gang sempit hingga ke pasar yang dulu dianggap kumuh akibat tangan dinginnya dia menyulap menjadi pasar tradisional yang modern aman dan bersih. Sungguh sesuatu yang jarang dilakukan pemimpin kita belakangan ini.

Kota Surakarta alias Solo, dimana Jokowi memimpin sebagai wali kota, pun semakin maju dan menjadi kota internasional karena kreatifitas Jokowi. Beliau mem”branding” kota Solo sebagai Spirit of Java yang menjadikan kota Solo salah satu kota budaya dan pusat MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) yang sukses. Segala gerak pembangunan kota ini pun dilakukan dengan penuh kreatifitas dan terobosan demi mensejahterakan rakyat.
Fenomena Jokowi yang kerap menjadi bahan pembicaraan membuat banyak partai politik yang meliriknya. Sampai dia harus digadang-gadang untuk maju menjadi pemimpin Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Dan bahkan dia diramalkan akan mengisi aja pemimpin baru pada pemilihan umum 2014 yang akan datang. Wajar saja, ketika Jokowi lebih dikenal karena prestasinya membawa Kota Solo menjadi kota idaman sekaligus panutan bagi kota-kota yanga ada di Indonesia bahkan dunia.
Solo telah ditetapkan sebagai nominasi kota terbaik diseluruh dunia. Dan bukan hanya Solo, Jokowi yang menjabat sebagai Walikota Solo juga mendapat perhatian dunia saat dia di daulatkan menjadi calon walikota terbaik di dunia. Sungguh fenomena yang cukup jarang di bumi pertiwi kita, Indonesia. Pencapaian ini perlu di apresiasi sebagai bukti masih ada juga peimpin yang punya visi dan cenderung ‘bersih’ dari tindak pidana korupsi.
Jakarta sebagai ibukota negara dan sebagai etalase negara. Jakarta selayaknya mempertontonkan keindahan dan kenyamanan bagi para pengunjungnya. Tetapi yang terjadi Jakarta justru menjadi kota yang paling dibenci oleh para turis asing dan domestic serta pencari kerja ditengah tuntutan “mencari hidup”. Kesemberawutan lalu lintas (macet), gelandangan, rumah-rumah kumuh, jalanan yang rusak dan amburadul, banjir dan kriminalitas yang tinggi adalah pemandangan Jakarta sehari-hari. Hampir tak ada perubahan kearah yang membaik selama 5 tahun terakhir. Hampir saja Jakarta dikatakan sebagai kota gagal mengingatnya kompleksitas permasalahan yang membelitnya.
Jokowi datang ke Jakarta dengan membawa konsep “Jakarta Baru”. Berbekal dengan sentuhan kreatifitas yang tidak biasa, Jokowi hadir dengan kemeja kotak-kotaknya. Tidak bisa dipungkiri, konstelasi Pilkada Jakarta dari putaran pertama ke putaran kedua menunjukkan dinamika tinggi yang terus memancing kreativitas untuk mencari simpati dukungan suara warga. Jokowi harus siap bertanding dengan calonincumbent, Fauzi Bowo (Foke) yang didukung oleh segudang partai-partai besar kecuali partai pengusung rivalnya yaitu PDIP dan Gerindra. Wajar ketika ungkapan “Semut yang dikelilingi Gajah-Gajah besar” dialamatkan kepada Jokowi. Pertanyaannya, mampukah sang semut lepas dari gerombolan Gajah-Gajah besar? Tunggu tanggal mainnya.
Penulis berkeinginan agar kepala-kepala daerah bisa melihat figur Jokowi sungguh amat menginspirasi ditengah-tengah pesimisme masyarakat melihat tingkah dan sikap pemimpin kita yang jauh dari kata seorang pelayanan masyarakat. Sekaligus, masyarakat dapat menemukan figur yang dapat dijadikan bahan pembanding buat kemajuan daerah-daerah di Nusantara.
Dalam teori perubahan, pemimpin (kepala daerah) punya peran yang cukup signifikan dalam membawa perubahan di masyarakat. Pengawasan masyarakat juga di nilai perlu sebagai bagian dari sistem pengawasan (social control) yang akan menjadi penentu efektivitas dan efisiensi wujud pengelolaan tata pemerintahan (good governance).


Fenomena Boyband dan Girlband di Indonesia



Kalau ngomong soal K-pop, kayaknya identik banget sama yang namanya boyband atau girlband. Keunikan boyband dan girlband di Korea udah nggak perlu dipertanyakan lagi. Perpaduan antara dance yang energik dan suara yang bagus nggak hanya bikin boyband dan girlband Korea terkenal di Asia aja, tapi kepopuleran mereka juga udah mulai merambat ke Eropa sana. Jelas hal ini bisa jadi salah satu inspirasi buat anak-anak muda buat menghasilkan sebuah prestasi yang luar biasa sama halnya seperti yang dilakukan sama member-member boyband dan girlband Korea sana. Dan kayaknya, hal ini jadi sumber inspirasi buat remaja-remaja di Indonesia.
Setelah kemarin-kemarin SM*SH dan 7 Icons berhasil membuat suatu gebrakan baru di industri musik Indonesia walau pun sempat dicaci maki habis-habisan sama pencinta musik Korea karena dituduh plagiat, sekarang kayaknya makin banyak boyband dan girlband baru di Indonesia yang mulai bermunculan. Dan mereka memang nggak menyangkal kalau sumber inspirasi mereka datang dari boyband dan girlband Korea sana. Seperti boyband baru bernama S9B atau yang biasa disebut Super 9 Boyz yang sering disebut-sebut sebagai Super Junior-nya Indonesia atau girlband baru juga yang bernama CherryBelle yang disebut-sebut sebagai SNSD-nya Indonesia.
Boyband dan girlband di Korea, sebelum mereka jadi artis, mereka dilatih dulu oleh perusahaan agensi yang merekrut mereka selama beberapa tahun. Mereka dilatih mulai dari umur mereka yang masih belia (sekitar umur 12-17 tahun), diseleksi dengan ketat, dan diajarin bagaimana seharusnya attitude seorang idol didepan publik untuk menjaga nama baik perusahaan agensi mereka. Jadi tuh mereka nggak asal langsung jadi artis. Harus melewati waktu bertahun-tahun kemudian baru debut jadi artis.
Perlu diketahui, di Korea ada banyak Anti Indonesia karena hal ini.
ada beberapa masukan yang perlu di perhatikan oleh boyband/girlband Indonesia:
1. Kualitas vokal
2. Kekompakan dalam menari
3. Training sebelum debut
4. Kreativitas dalam tarian, kostum, dan lagu baik lirik maupun musik
5. Terinspirasi boleh, namun kreativitas dan ide sendiri harus dikembangkan
Seharusnya kita sebagai warga yang baik pun jangan langsung nge bash. Gimanapun juga ini kan GirlBand/BoBand dalam negeri. Seharusnya perlu disemangati. Siapa si yang mau dihina? Artis dalam megeri pun harus sadar dan jangan cari kepopuleran dengan jalan pintas.
Selamat berjuang BoyBand/Girlband Indonesia !



Pasti sudah sangat familiar di telinga kawan - kawan semua dengan lirik lagu "mengapa hatiku cenat - cenut. . . " atau "liat yang mulus belok, liat yang bening belok. . . ". Yups, bener banget lirik - lirik lagu yang sederhana tersebut sering kita dengar dari sebuah vokal grup yang menamakan diri mereka "Boy Band" atau juga "Girl Band".
Fenomena boyband dan girlband ini sekarang ini kian merebak di blantika musik Indonesia. Dengan lirik yang sederhana yang dihiasi dengan lenggak - lenggok koreografi membuat boyband atau girlband ini banyak digilai masyarakat Indonesia khususnya kaum remaja.
Sebenarnya apa sih boyband/girlband itu dan seperti apa sejarahnya sehingga mampu memberi warna tersendiri dalam aliran musik atau pasar musik saat ini.

Boy band adalah sejenis kelompok musik pop atau R&B yang terdiri dari tiga anggota atau lebih, semuanya penyanyi laki-laki muda. Biasanya anggota boy band selain menyanyi juga menari dalam pertunjukan mereka. Mereka biasanya dibentuk oleh seorang manajer atau produser rekaman dengan cara mengadakan audisi, di mana para peserta diuji penampilannya, kemampuan menyanyinya, dan kemampuan berdansanya. Mereka biasanya tidak memainkan alat musik sendiri. Namun entah karena jaman globalisasi ataupun emansipasi, kini yang bernyanyi dengan koreografi bukan hanya para pria yang memiliki paras tampan saja, namun kini mulai bermunculan para wanita cantik yang terbentuk dalam suatu grup atau yang dinamakan "girl band" yang mampu mempesona para penikmatnya dengan lenggak - lenggok tubuh mereka yang diatur secara rapih.
Namun dengan fenomena tersebut, banyak yang memberikan opini "Apakah mereka memiliki suara yang layak sehingga digilai banyak penggemarnya? ataukah mereka hanya mengandalkan modal tampang yang kinclong dan koreografi yang oke saja?". Hal ini menurut saya hanya bisa dikembalikan terhadap para penikmat musik, jika mereka tidak memperhatikan hal utama dalam bermusik yaitu Kualitas Suara hal tersebut sah - sah saja, namun sebenarnya dalam bermusik itu harus diperhatikan aspek - aspek di dalamnya termasuk Kualitas Suara dari seorang musisi atau grup musik.
Jadi bagaimana menurut kawan - kawan tentang hal ini?


Fenomena Boyband Di Indonesia

Boyband ditanah air sekarang ini sudah mulai bermunculan layaknya seperti jamur dimusim penghujan. setelah sempat dilanda virus band pop melayu kini giliran demam Boyband sedang melanda mayoritas pendengar musik di Tanah air terutama kaum remaja, Boyband pun tumbuh subur ditengah jenuhnya penikmat musik Popband melayu tanah air.

Dan seperti yang biasanya terjadi, bila sesuatu tengah melanda negeri ini, maka tidak sedikit pihak yang akan memanfaatkan fenomena tersebut untuk mengeruk keuntungan. Demikian pula dengan fenomena Boyband dan Girlband yang tengah membanjiri Indonesia. Para produser berlomba-lomba untuk mengorbitkan Boyband dan Girlband baru dengan tujuan utama yang tidak lain adalah Uang dengan mengesampingkan kualitas, bahkan tidak jarang para produser membentuk Boyband baru secara instant untuk memanfaatkan sifat masyarakat indonesia yang seleranya gampang berubah. Kalau seperti ini maka kasihan sekali Rakyat Indonesia yang "dibodohi" dan "dimanfaatkan" karena sifatnya itu.

Fenomena ini sangat menyedihkan sekali karena ini merupakan sebuah tanda bahwa remaja Indonesia sudah mulai kehabisan sosok berkualitas yang dapat dijadikan idola. Coba daeng-daeng semua membayangkan, remaja kita sekarang ini lebih mengidolakan para Boyband tersebut, sedangkan rata-rata Boyband yang ada di Indonesia memiliki kualitas yang pas-pasan saja yang hanya mengandalkan ketampanan mereka.

Tak seperti di Indonesia Boyband dan Girlband di Korea, sebelum mereka semua diorbitkan, mereka dilatih dulu oleh perusahaan agensi yang merekrut mereka selama beberapa tahun. Mereka dilatih sejak mereka berumur masih belia, diseleksi dengan ketat. Jadi mereka tidak asal langsung menjadi artis, karena harus melewati waktu bertahun-tahun kemudian memulai debut menjadi artis.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para Boyband dan Girlband Indonesia
  1. Kualitas Vokal yang mendukung
  2. Kekompakan koreografinya
  3. Kreatifitas
Selera musik remaja tanah air saat ini bisa dikatakan mengalami kemunduran. Mereka lebih memilih mengidolakan Boyband dari pada penyanyi-penyanyi atau Band yang memang memiliki kualitas tingkat atas alias mumpuni, bahkan tak jarang kita lihat remaja putri yang menangis bombay hanya karena tidak bisa melihat Boyband idolanya. (Hhmmm Apasih yang sebenarnya mereka pikirkan?)

kita tunggu saja sampai kapan Fenomena Boyband dan Girlband di Indonesia ini mampu bertahan.

Jumat, 19 Oktober 2012

TUGAS ISD


Budaya Korupsi di Indonesia

Definisi Korupsi

Korupsi menurut yang dikutip dari wikipedia adalah korupsi (bahasa Latin: corruptio dari kata
kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok). Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus|politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.

Korupsi Di Pemerintahan

Hampir setiap hari kita sering mendengar atau membaca berita di koran dan di media cetak lainnya tentang kejahatan korupsi di pemerintahan kita ini. Banyak Menteri – menteri dan anggota dewan yang dipercaya dan diberi kekuasaan oleh presiden untuk menjalankan tugas dengan semestinya tidak bisa menahan nafsu duniawinya untuk memiliki harta yang jelas – jelas bukan haknya. Ironisnya para penguasa di negeri ini yang harusnya bisa menangkap dan mengadili si koruptor tersebut justru terkesan melindungi dan membiarkan koruptor – koruptor itu bebas menggerogoti dan menikmati hasil curiannya.

Belum hilang dari ingatan kita tentang kasus wisma atlet yang menghabiskan dana negara yang notabene adalah uang dari rakyat jadi bancakan para tikus – tikus kantor, kini masih dalam proyek yang sama yaitu proyek bidang olahraga. Adalah Proyek Hambalang, Proyek yang menghabiskan dana yang besar jumlahnya. Lagi – lagi para pemimpin kita tidak bisa tegas menangkap dan mengadili para koruptor yang jelas – jelas sudah terdapat bukti yang cukup.

Dalam situasi seperti ini pentingnya peran pemerintah untuk bisa lebih tegas dan tidak memberi kesempatan kepada para koruptor untuk terus melakukan tindakan tercelanya itu. Pemerintah seharusnya memberi hukuman seberat –beratnya kepada para koruptor bila perlu dilakukannya hukuman mati agar para koruptor itu jera.

Komisi Pemberantasan Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi, atau disingkat menjadi KPK menurut yang dikutip dari wikipedia adalah komisi di Indonesia yang dibentuk pada tahun 2003 untuk mengatasi, menanggulangi dan memberantas korupsi di Indonesia. Komisi ini didirikan berdasarkan kepada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2002 mengenai Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pada periode 2006-2011 KPK dipimpin bersama oleh 4 orang wakil ketuanya, yakni Chandra Marta Hamzah, Bibit Samad Rianto, Mochammad Jasin, dan Hayono Umar, setelah Perpu Plt. KPK ditolak oleh DPR. Pada 25 November 2010, M. Busyro Muqoddas terpilih menjadi ketua KPK setelah melalui proses pemungutan suara oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Dilanjutkan lagi oleh Abraham Samad sejak 2011.

Fungsi dan Tugas Komisi Pemberantasan Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi mempunyai tugas :

  1. Koordinasi dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi;
  2. Supervisi terhadap instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi;
  3. Melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi;
  4. Melakukan tindakan-tindakan pencegahan tindak pidana korupsi; dan
  5. Melakukan monitor terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara.
Dalam melaksanakan tugas koordinasi, Komisi Pemberantasan Korupsi berwenang :
  1. Mengkoordinasikan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tindak pidana korupsi;
  2. Menetapkan sistem pelaporan dalam kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi;
  3. Meminta informasi tentang kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi kepada instansi yang terkait
  4. Melaksanakan dengar pendapat atau pertemuan dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi; dan
  5. Meminta laporan instansi terkait mengenai pencegahan tindak pidana korupsi.
Peran KPK sangat diperlukan untuk memberantas para koruptor di Republik tercinta kita ini. KPK saat ini dianggap sudah cukup menyelamatkan sedikit harta uang negara dari tangan – tangan Klepto mania itu. KPK dalam tugasnya yang penuh resiko dan dituntut profesiona. KPK sering mengalami banyak kesulitan bila harus menangkap para koruptor  yang  dianggap dekat dengan penguasa di negara ini, padahal bila kita melihat ke negara lain tidak ada toleransi untuk para koruptor walaupun dia adalah pemimpin negaranya seperti yang terjadi di negara china. presiden  harus dihukum mati karena melakukan korupsi.

Jumat, 05 Oktober 2012

Fenomena Tawuran dan Tindak Kekerasan Pelajar, Indikasi Degradasi Moral Anak Bangs




1348899558903221893

“Miris”, itulah yang terfikir di benak kita ketika menyaksikan rangkaian peristiwa tawuran dan kekerasan yang dilakukan oleh sebagian pelajar dan Mahasiswa di negeri ini. Betapa tidak, Para Pemuda yang seharusnya menjadi agen of change dan generasi penerus bangsa ini bertindak seolah-olah tak-tepelajar. Seringkali masalahnya sederhana, bermula saling ejek di Facebook, sampai menyebabkan nyawa seorang pelajar melayang. Ada pula tradisi permusuhan antar sekolah yang terjadi turun-temurun. Sehingga stigma rivalitasnya  akan terus ada bak “tom and jerry” yang tak pernah akur.
Data Komnas PA merilis jumlah tawuran pelajar tahun ini sebanyak 339 kasus dan memakan korban jiwa 82 orang. Ini tentu masalah yang tak boleh dibiarkan berlarut-larut.Harus ada upaya-upaya prefentif dan bila perlu represif untuk mengurangi tindak kekerasan dan tawuran antar pelajar ini.
Menurut Thomas Lickona (Sutawi, 2010) ada 10 tanda-tanda Degradasi moral yang merupakan tanda-tanda kehancuran suatu bangsa, diantaranya adalah: meningkatnya kekerasan pada remaja, penggunaan kata-kata yang memburuk, pengaruh peer group (rekan kelompok) yang kuat dalam tindak kekerasan, meningkatnya penggunaan narkoba, alkohol dan seks bebas, kaburnya batasan moral baik-buruk, menurunnya etos kerja, rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru, rendahnya rasa tanggung jawab individu dan warga negara, membudayanya ketidakjujuran, adanya saling curiga dan kebencian di antara sesama.

Tanpa bermaksud untuk menyalahkan pihak tertentu,  saya  merasa bahwa ini adalah masalah serius yang harus fahami terlebih dahulu akar persoalannya. Secara psikologis, pola kehidupan kota yang tak teratur ini seringkali memicu banyak masalah social yang berimplikasi pada sikap dan emosional. Apabila pengendalian emosinya lemah maka dampak dari sikap emosional yang irasional ini adalah tindakan kasar dan anarki. Sehingga cara berfikirnya pendek tanpa berfikir apa akibatnya. Apa yang bisa dipukul, akan dipukul. Apa yang bisa dirusak akan dirusak. Apa yang bisa dibakar pasti dibakar. Inilah yang kemudian memicu berabagai fenomena kekerasan yang terjadi di negeri ini.
Setelah kita fahami akar permasalahannya, selanjutnya harus ada solusi untuk menyelesaikan persoalan ini. Oleh karenanya harus ada peran serta dari berbagai pihak yaitu Orang tua, Guru, dan pemerintah. Sebagaimana kita ketahui bahwa keluarga adalah madrasah paling mendasar bagi setiap anak, maka peran orang tua sangat besar dalam mendidik setiap anak. Tanamkan nilai-nilai agama dalam proses pendidikannya karena hanya dengan agama inilah anak dapat membentengi dirinya dari pengaruh buruk apapun dan dimanapun. Selanjutnya adalah sekolah, peran Guru di sekolah bukanlah sekedar mengajar akan tetapi harus bisa menjadi penggantikan peran orang tua mereka yaitu mendidik, mengawasi, dan memfasilitasi mereka sesuai bakat yang dimiliki. Soal sarana pembelajaran dan fasilitas yang diperlukan menjadi tanggungjawab pemerintah untuk mensubsidi, sehingga energy yang dimiliki siswa dapat disalurkan pada hal-hal yang positif dan cenderung prestatif.
Selanjutnya pemerintah dapat mengambil peran dalam pengawasan sosial, melalui kepolisian mengadakan penyuluhan hokum ke sekolah atau kampus-kampus  dan kemudian tegas dalam menerapkan sanksi hukum bagi pihak-pihak yang melanggar aturan.Dengan system pendidikan terpadu ini saya berharap dapat menjadikan anak-anak bangsa ini menjadi pribadi-pribadi santum dan prestative karena bagaimanapun juga adanya, mereka adalah aset bangsa yang berharga dan harus terus dijaga untuk membangun bangsa ini di masa yag akan datang.
 

Minggu, 24 Juni 2012

MANUSIA DAN HARAPAN (Tulisan IBD )

Setiap orang pasti mempunyai harapan-harapan dalm hidup nya ke depan. Kenapa demikian?karena harapan merupakan suatu/sebagai motivasi untuk diri seseorang untuk mencapai sesuatu yang di inginkan untuk dimasa depan. Begitu pentingnya harapan tersebut di tanamkan dalam diri kita, sehingga kelak secara otomatis kita akan termotivasi untuk maju melangkah dalam meraih suatu yang kita inginkan. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan, misalnya dalam belajar, jika seseorang ingin nilai yang tinggi maka berusahalah untuk menggapainya, tetapi tidak ada usaha, menghadapi ujian dengan santai. Bagaimana mau mendapatkan hasil yang terbaik.
Harapan adalah sesuatu yang diinginkan oleh manusia, yang diinginkan atau dimiliki dengan segenap jiwa dan keyakinan agar sesuatu terjadi.
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Untuk mewujudkannya diperlukan usaha dan doa yang sungguh-sungguh. Harapan hampir mirip dengan cita-cita, hanya saja biasanya cita-cita itu adalah sesuatu yang diinginkan setinggi-tingginya, sedangkan harapan itu tidak terlalu muluk. Meskipun demikian, harapan dan cita-cita memiliki kesamaan, yaitu : Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud. & Pada umumnya baik cita-cita maupun harapan adalah menginginkan hal yang lebih baik atau lebih meningkat.
Menurut Abraham Maslow, sesuai dengan kodratnya, harapan atau kebutuhan manusia itu adalah :
• Kelangsungan hidup (survival).
• Keamaanan (safety).
• Hak dan kewajiban untuk mencintai dan dicintai (be loving and loved).
• Diakui lingkungan (status).
• Perwujudan cita-cita (self-actualization).
Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup maka manusia mempunyai harapan. Karena pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Manusia dan Harapan

A. Pengertian Harapan

Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan dapat diartikan sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Yang dapat disimpulkan harapan itu menyangkut permasalahan masa depan.
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan – pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing – masing. Misalnya, Budi hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan terkadang akan berakibat menjadi tertawaan orang banyak seperti pribahasa “Si pungguk merindukan bulan”, walaupun tidak ada yang tidak mungkin didunia ini bila Tuhan berkehandak.
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan dapat terwujud, maka diperlukan usaha dengan sungguh – sungguh, berdoa dan pada akhirnya bertawakal agar harapan itu dapat terwujud.

B. Apa Sebab Manusia Mempunyai Harapan ?

Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu interaksi hidup, yakni ditengah suatu keluarga atau sebagai anggota masyarakat. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari interaksi hidup. Ditengah – tengah yang lainnya, seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik / jasmani maupun mental / spiritualnya. Ada dua hal yang mendorong orang hidup berinteraksi dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
  1. Dorongan kodrat, ialah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.
  2. Dorongan kebutuhan hidup, sudah kodratnya bahwa manusia mempunyai bermacam – macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besarnya dapat dibedakan atas kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manuis itu ialah :
a)      Kelangsungan hidup (survival)
b)      Keamanan (safety)
c)      Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d)      Diakui linkungan (status)
e)      Perwujudan cita – cita (self actualization)
C. Kepercayaan

Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal – hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Ada beberapa kalimat yang dapat kita perhatikan :
  • Ia tidak percaya pada diri sendiri.
  • Saya tidak percaya ia berbuat seperti itu, berita itu kurang dapat dipercaya.
  • Bagaimana juga kita harus percaya kepada pemerintah.
  • Kita harus percaya akan nasehat – nasehat yang berasal dari Al-qur’an.
Dengan contoh berbagai kalimat diatas maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran.
D. Berbagai Kepercayaan Dan Usaha Meningkatkannya

Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
  1. Kepercayaan pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya dapat menang, dirinya mampu mengerjakan apa yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
  2. Kepercayaan kepada orang lain, dimana orang percaya terhadap kata hati, perbuatanya sesuai atau terhadap kebenaran orang lain.
  3. Kepercayaan kepada pemerintah, karena pada dasarnya negara berorientasi pada Tuhan dan kepentingan rakyat, sudah seharusnya kalau sebagai warga negara mempercayai pemerintah / negara.
  4. Kepercayaan kepada Tuhan, merupakan hal yang sangat penting percaya kepada Tuhan. Dikarenakan keberadaan manusia yang tidak dengan sendirinya melainkan diciptakan oleh Tuhannya.
Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi dan lingkungan. Usaha itu antara lain :
  1. Meningkatkan ketakwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
  2. Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
  3. Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan dan sebagainya.
  4. Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
  5. Menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah dan sebagainya
Sumber : http://rulrul.wordpress.com/2011/03/16/rangkuman-ibd-manusia-dan-harapan/

Manusia dan Kegelisahan

A. PENGERTIAN KEGELISAHAN
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, dan cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang yang tidak tenteram hati maupun perbuatan, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Kegelisahan dapat diketahui dari gejala tingkah laku seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku itu umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan mondar-mandir dalam ruang tertentu sambil menundukkan kepala, memandang jauh ke depan sambil mengepal-ngepalkan tangan, duduk termenung sambil memegang kepala, duduk dengan wajah murung, dan malas bicara.
Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia, yaitu kecemasan kenyataan (obyektif), kecemasan neorotik, dan kecemasan moril.
a). Kecemasan obyektif
Pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau bahaya dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda-benda atau keadaan tertentu dari lingkungannya.
b). Kecemasan neorotis (syaraf)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund Freud, kecemasan ini dibagi tiga macam, yakni:
  1. Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, dan orang itu takut akan bayangannya sendiri, atau takut akan id-nya sendiri, sehingga menekan dan menguasai ego.
  2. Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional (phobia). Bentuk khusus dari phobia adalah intensitet ketakutan melebihi proporsi yang sebenarnya dari obyek yang ditakutkannya.
  3. Rasa takut lain ialah rasa gugup, gagap dan sebagainya. Reaksi ini munculnya secara tiba-tiba tanpa ada provokasi yang tegas. Reaksi gugup ini adalah perbuatan meredakan diri yang bertujuan untuk membebaskan seseorang dari kecemasan neorotis yang sangat menyakitkan dengan melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh id, meskipun ego dan superego melarangnya.
c). Kecemasan moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi, antara lain iri, benci, dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, dan rasa kurang.
Rasa iri, benci, dengki, dendam merupakan sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat. Oleh karena itu, sering alasan untuk iri, benci, dengki itu kurang dapat dipahami orang lain. Sifat-sifat seperti itu adalah sifat yang tidak terpuji, bahkan mengakibatkan manusia akan merasa khawatir, takut, cemas, gelisah, dan putus asa.
  • SEBAB-SEBAB ORANG GELISAH
Sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam.
  • USAHA-USAHA MENGATASI KEGELISAHAN
  1. Mulai dari diri kita sendiri, yaitu bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.
  2. Memasrahkan diri kepada Tuhan. Kita pasrahkan nasib kita sepenuhnya kepada-Nya. Kita harus percaya bahwa Tuhan Maha Kuasa, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Pengampun.
B. KETERASINGAN
Katerasingan berasal dari kata terasing, dan dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain.
Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan ialah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang ada pada diri seseorang, sehingga ia tidak dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat. Perbuatan iti misalnya mencuri, memperkosa, mengganggu istri orang, menghina orang, dan sombong.
C. KESEPIAN
Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman.
  • Sebab-sebab terjadinya kesepian
Bermacam-macam penyebab terjadinya kesepian. Salah satunya frustasi. Dalam hal itu, orang tidak mau diganggu, ia lebih senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul, dan lebih senang hidup sendiri. Orang yang frustasi itu bersikap rendah diri, sengaja menjauhi pergaulan ramai. Orang yang bersikap rendah diri, pemalu, minder, merasa dirinya kurang berharga dibanding orang lain, maka orang itu lebih suka menyendiri. Karena menyendiri itu mengakibatkan kesepian.
D. KETIDAKPASTIAN
Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidakpastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas.
  • Sebab-sebab terjadi ketidakpastian
Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat berpikir secara teratur, apalagi mengambil kesimpulan. Dalam berpikir, manusia selalu menerima rangsang-rangsang lain, sehingga jalan pikirannya menjadi kacau oleh rangsang-rangsang baru. Kalau toh ia dapat berpikir baik akan memakan waktu yang cukup lama dan sukar. Beberapa sebab orang tak dapat berpikir dengan pasti ialah:
  1. Obsesi
Gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus-menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak menyenangkan, atau sebab-sebabnya tak diketahui oleh penderita. Misalnya, selalu berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia.
  1. Phobia
Rasa ketakutan yang tak terkendali, tidak normal, kepada sesuatu hal atau kejadian tanpa diketahui sebab-sebabnya.
  1. Kompulasi
Adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali-kali.
  1. Histeria
Neorosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, sugesti dari sikap orang lain.
  1. Delusi
Pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu. Delusi ada tiga macam, yaitu:
a) Delusi persekusi
Menganggap keadaan sekitarnya jelek.
b) Delusi keagungan
Menganggap dirinya orang penting dan besar.
c) Delusi melancholis
Merasa dirinya bersalah, hina, dan berdosa.
  1. Halusinasi
Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindera. Halusinasi buatan, misalnya dapat dialami oleh orang mabuk atau pemakai obat bius. Kadang-kadang karena halusinasi, orang merasa mendapat tekanan-tekanan terhadap dorongan-dorongan dasarnya, sehingga dengan timbulnya halusinasi dorongan-dorongan itu menemukan sasarannya.
  1. Keadaan emosi
Dalam keadaan tertentu seseorang sangat berpengaruh oleh emosinya. Ini nampak pada keseluruhan pribadinya, antara lain gangguan pada nafsu makan, pusing-pusing, muka merah, nadi cepat, keringat, tekanan darah tinggi/lemah. Sikapnya dapat apatis atau terlalu gembira dengan gerakan lari-larian, nyanyian, ketawa atau berbicara. Sikap ini dapat pula berupa kesedihan menekan, tidak bernafsu, tidak bersemangat, gelisah, resah, suka mengeluh, tidak mau berbicara, diam seribu bahasa, termenung, dan menyendiri.
  • Usaha-usaha penyembuhan ketidakpastian
  1. Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu tergantung kepada mental penderita. Andaikata penyebab sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang paling baik bagi penderita ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.
  2. Bila penyebabnya itu jelas, misalnya rindu, obatnya mudah, yaitu dipertemukan dengan orang yang dirindukan.
  3. Phobia atau jenis takut bisa dilatih dari sedikit, sehingga tidak takut lagi.
  4. Orang yang bersikap sombong atau angkuh,bila mengalami musibah baru berkurang kesombongannya, tetapi mungkin tidak. Andaikata mereka sadar, kesembuhan itu adalah karena pengalaman. Jadi yang menyembuhkan adalah masyarakat sekitarnya dan dirinya sendiri.

Sumber : ibdbayuerfiyanto.blogspot.com/2010/04/ibd-bab-10-manusia-dan-kegelisahan.html